Rabu, 23 Desember 2009

KALIMAT BAKU DAN TIDAK BAKU

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan bimbingan–Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia yakni meresensi buku mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bimbingann-Nya, tugas ini tentu tidak dapat diselesaikan dengan baik..

Sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang telah diberikan oleh Ibu Guru kami, kami mencoba untuk mengggunakn sistim pembelajaran yang benar, dan berusaha untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Tugas ini kami selesaikan berupa Karya Ilmiah sesuai keputusan yang ditentukan Ibu Guru kami, Pada kesempatan ini kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini dengan baik.



Waru, Januari 2009

Tim Penyusun

i


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..…i
DAFTAR ISI………………………………………………………………….…...ii
BAB 1 PENDAHULUAN…………………………………………………….....1
BAB II TEBARAN KALIMAT BAKU DAN TIDAK BAKU……………...…...3
BAB III SEBAB-SEBAB KETIDAKBAKUAN KALIMAT……………..….….7
3.1 Pelesapan Imbuhan…………………………………………..……..7
3.2 Pemborosan Penggunaan Kata………………………………..….…8
3.3 Ketidaktepatan Pemilihan Kata……………………………………10
3.4 Penggunaan Konjungsi Ganda……………………………….….…12
3.5 Kerancuan Bentuk………………………………….………….…...13
3.6 Kesalahan Ejaan………………………………………………..…..14
3.7 Pelesapan Salah Satu Fungsi Kalimat………………………..….…15
3.8 Kesalahan Struktur Kalimat…………………………………….….16
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………17
LAMPIRAN KALIMAT BAKU DAN TIDAK BAKU…………………..………21

ii

BAB 1

PENDAHULUAN

Dalam Bahasa Indonesia ditemukan sejumlah ragam Bahasa yang merupakan salah satu dari sejumlah variasi yang terdapat dalam pemakaian Bahasa. Variasi muncul karena pemakaian Bahasa memerlukan alat komunikasi yang sesuai denagn situasi dan kondisinya.
Berdasarkan media telah ditemukan
1. ragam lisan
2. ragam tulis
3. ragam Bahasa resmi
4. ragam Bahasa tidak resmi
Berdasarkan pokok persoalan ditemukan
1. ragam Bahasa ilmu
2. ragam Bahasa hokum
3. ragam Bahasa niaga
4. ragam Bahasa sastra, dan lain-lain

Sugono, 1989 dan Halim 1986 berpendapat bahwa dalam Bahasa Indonesia ditemukan,
1. ragam lisan
2. ragam tulis

Selanjutnya di dalam ragam lisan ditemukan,
1. ragam baku
2. ragam tidak baku

Didalam ragam baku lisan ditemukan,
1. ragam baku nasional
2. ragam baku nasional
1

Didalam kedua ragam yang terakhir ditemukan,
1. ragam social
2. ragam fungsioan

Bahasa mengalami perubahan sesuai dengan perubahan masyarakat, perubahan itu berupa variasi-variasi Bahasa yang dipakai munurut pemakainya. Supaya variasi tidak mengurangi fungsi bahwa sebagai alat komunikasi yanh efisien, dalm Bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok. Variasi itu disebut ragam standar.
Setiap Bahasa memiliki kaidah- kaidah tertentu, baik kaidah kata bahasa maupun kaidah kekosataan. Kaidah tersebut merupakan pedoman yang harus ditaati dalam mengungkapkan pikirannya dengan menggunakan Bahasa.
Bahasa baku adalah ragam Bahasa yang berkekuatan sanksi social dan doterima masyarakat.

2

Bab II
Tebaran Kalimat Baku dan Tidak Baku

Kita menyadari tidak setiap penutur Bahasa Indonesia berkesempatan yang cukup untuk mempelajari Bahasa mereka, oleh karena itu dikesempata ini menyajikan tentang kebakuan dan ketidak bakuan kalimat.
Contoh
1. ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya.
2. menurut ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya.
Bentuk ini merupakan kalimat majemuk bertingkat, bentuk kalimat (1) merupakan kalimat baku, (2) kalimat tidak baku karena tidak ada subjeknya.
Contoh bentuk kalimat “akan tetapi”
1. akan tetapi, ia tetap tidak dating (kalimat baku)
2. akan tetapi ia tidak dating (kalimat tidak baku)

Bentuk selanjutnya merupakan kalimat tunggal, kata ‘Anda’ merupakan bentuk subjek dan frasa ‘akan pergi’ sebagai predikat.
Contoh 1. Anda akan pergi kemana ? (kalimat baku)
2. situ akan pergi kemana ? (kalimat tidak baku)
Bentuk ini merupakan kalimat tunggal
Contoh 1. Guru saya, Pak Amat, pandai sekali (kalimat baku)
2. Guru saya Pak Amat pandai sekali (kalimat tidak baku)
Bentuk Pak Amat sebagai sisi dari guru saya harus ditulis diantra tanda koma.

Bentuk selanjutnya merupakan kalimat tunggal.
Contoh
1. Dengan operasi zebra kemacetan lalu lintas dapat teratasi (kalimat baku)
2. Dengan operasi zebra membutuhkan bahwa kemacetan lalu lintas dapat teratasi (kalimat tidak baku)
3
Bentuk dengan operasi zebra berfungsi sebagai keterangan alat, kemacetan lalu lintas sebagai subjek dan dapat teratasi sebagai predikat. Kalimat kedua tidak baku karena terdapat pemborosan kata “membutuhkan bahwa”.
Bentuk ini merupakan kalimat tunggal,
Contoh 1. Mereka berpukul – pukulan ( baku )
2. Dia pukul – pukulan (tidak baku )
yang berfungsi sebagai subjek ialah mereka dan yang berfungsi sebagai predikat ialah berpukul – pukulan. Kalimat (2) tidak baku karena kata kerjanya tanpa ber- dan pilihan kata ‘Dia’ tidak tepat.
Contoh kalimat denagn penggunaan tanda koma yang salah,
Kalimat baku:
1. Disamping itu, kita telah beruntung.
2. Bersyukurlah Bangsa kita karena telah memiliki Bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
Kalimat tidak baku:
1. Disamping itu kita telah beruntung
2. Bersyukurlah Bangsa kita karena telah memiliki Bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Kebakuan dan ketidak bakuan kedua kaliamt itu terletak pada pilihan katanya.
Contoh 1. Ia baru saja datang ( kalimat baku )
2. Ia barusan datang (kalimat tidak baku)
frasa ‘baru saja’ merupakan ragam resmi dan lazim digunakan dalam situasi resmi.
Contoh kalimat yang menggunakan pilihan kata salah,
1. a) Ia sedang menginventarisasi alat rumah tangga kantor ( baku )
b) Ia sedang menginventarisasir alat rumah tangga kantor (tidak baku )
Karena pilihan katanya sudah benar , bentuk ( 1a ) merupakan kalimat baku , kata menginventarisasi berkategori nomina ( kata benda ) dan berasal dari kata inventarisatie ( Belanda ).Kata menginventarisir dalam kalimat dalam kalimat (1b) merupakan bentukan dari awalan men- dan kata dasar inventarisir. kata inventarisir sudah berkatagori verba (kata kerja) dan merupakan kata serapan dari kata inventarisatie ( Belanda ).
4
kata menginventarisasir merupakan kata yang salah karena terjadi pemperbaan ganda, yang artinya membuat inventarisasi, maka kalimat (1b) tidak baku.

2. a) Kepulauan Indonesia terletak diantara dua benua. ( baku )
b) Sebab kepulauan Indonesia terletak diantara dua benua. (tidak baku )
Bentuk (2a) merupakan kalimat tunggal, karena struktur ejaanya sudah benar, Bentuk (2a) merupakan kalimat baku, kalimat (2b) tidak baku karena mengandung kata sebab yang penggunaanya tidak tepat.

3. a) Peristiwa itu saya saksikan sendiri (baku )
b) Peristiwa itu saya saksikan dengan mata kepalaku sendiri (tidak baku )
Bentuk (3a) merupakan kalimat tunggal, karena tidak mengandung pleonasme, maka kalimat itu baku. kalimat (3b) tidak baku karena mengandung kata pleonasme, yang tidak perlu digunakan.

• Bentuk- bentuk berikut ini yang mengandung bentuk rancu merupakan kalimat tidak baku, sedangkan bentuk-bentuk yang tidak mengandung bentuk rancu merupakan kalimat baku.
Contoh kalimat baku:
a. Mereka saling memandang atau mereka saling pandang-memandang
b. Mulai waktu itu kelakuannya berubah atau sejak waktu itu kelakuannya berubah.
Contoh kalimat tidak baku
a. Mereka saling pandang-memandang
b. Mulai sejak waktu itu kelakuannya berubah.

• Bentuk- bentuk berikut ini yang mengandung pemborosan kata merupakan kalimat tidak baku, sedangkan bentuk-bentuk yang tidak mengandung pemborosan kata merupakan kalimat baku.
Contoh kalimat baku:
Sebagai Negara taklukkan negeri Palembang harus mengirim upeti ke Mataram.
5
Contoh kalimat tidak baku:
Sebagai Negara taklukkan maka negeri Palembang harus mengirim upeti ke Mataram.

• Bentuk-bentuk berikut ini yang strukturnya benar merupakan kalimat tidak baku, sedangkan bentuk-bentuk yang strukturnya salah merupakan kalimat baku.
Contoh kalimat baku:
a. Samino membelikan adiknya buku.
b. Sudah makankah anda?
Contoh kalimat tidak baku:
a. Samino membelikan buku adiknya.
b. Apa Anda sudah makan?

6

BAB III
SEBAB-SEBAB KETIDAKBAKUAN KALIMAT

3.1 Pelesapan Imbuhan
1.Pelesapan Awalan
Awalan yang sering dilesapkan mengakibatkan kalimat yang terbentuk menjadi tidak baku ialah me- / meN-, ber-, dan di-.
1. Awalan me- / meN-
Bentuk yang mengadung awalan me- dan meN- yang tidak dilesapkan merupakan kalimat baku sedangkan bentuk yang awalan me- / meN- merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Polisi mengusut terus kematian Suharto
Contoh kalimat tidak baku
Polisi terus usut kematian Suharto

2. Awalan ber-
Bentuk yang mengadung kata kerja berawalan ber- tanpa pelesapan merupakan kaliamt baku, sedangkan bentuk yang mengandung awalan ber- dengan pelesapan merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Saya ingin bertanya, Pak ?
Contoh kalimat tidak baku
Saya ingin Tanya Pak ?

3. Awalan di-
Bentuk yang mengandung kata kerja berawalan di- tanpa pelesapan merupakan kaliamt baku, sedangkan bentuk yang mengandung awalan di- dengan pelesapan merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Dua orang pemulung dihukum dua tahun.
7
Contoh kalimat tidak baku
Dua orang pemulung hukum dua tahun.

2. Pelesapan akhiran
Ada dua akhiran yang penggunaanya dilesapkan, yaitu akhiran -kan dan –i. akibatnya kalimatnya menjadi tidak baku.
Contoh kalimat baku
Keduanya saling mencinati.
Contoh kalimat tidak baku
Keduanya saling menyinta.

3.2 Pemborosan Penggunaan Kata
Ada sejumlah kata yang tidak perlu digunakan namun kenyataannya kata itu tetap digunakan. Hal ini adalah pemborosan kata, akibatnya menjadi kalimat tidak baku.
1. pemborosan kata di mana
Bentuk- bentuk yang tidak mengandung di mana merupakan kalimat baku, namun sebaliknya.
Contoh kalimat baku
Tempat ditemukannya benda itu sudah dicatat.
Contoh kalimat tidak baku
Tempat di mana ditemukannya benda itu tealh dicatat.

2. Pemborosan kata daripada
Bentuk yang tidak mengandung kata dari pada merupakan kalimat baku tetapi sebaliknya.
Contoh kalimat baku
Peta itu merupakan bagian kabupaten magelang
Contoh kalimat tidak baku
Peta itu merupakan bagian daripada kabupaten magelang


8
3. Pemborrosan kata dalam dan di dalam
Bentuk yang tidak mengandung kata dalam atau di dalam, dalam
merupakan kalimat baku dan sebaliknya
Contoh kalimat baku
anak itu menulis karangan
Contoh kalimat tidak baku
anak itu menulis dalam karangan

4. Pemborrosan kata kepada
Bentuk yang tidak mengandung kata kepada merupakan kalimat baku tetapi sebaliknya.
Contoh kalimat baku
Hadirin dimohon berdiri
Contoh kalimat tidak baku
Kepada hadirin dimohon berdiri

5. Pemborosan Kata dari
Bentuk bentuk yang tidak mengandung kata dari merupakan kalimat baku dan sebaliknya.
Contoh kalimat baku
Hasil selama lima tahun menunjukkan bahwa jumlah kendaraan dan DIY melebihi fasilitas jalan
Contoh kalimat tidak baku
Dari hasil selama lima tahun menunjukkan bahwa jumlah kendaraan dan DIY melebihi fasilitas jalan.

6. Pemborosan kata , maka
Bentuk – bentuk yang tidak mengandung kata maka merupakan kalimat baku.Tetapi sebaliknya
Contoh kalimat baku
Dengan ini kami sampaikan data seorang ibu dari kelurahan kota baru

9
Contoh kalimat tidak baku
Maka dengan ini kami haturkan data seorang ibu dari kelurahan kota baru.

3.3 Ketidaktepetan pemilihan kata
Pemilihan kata sudah tepat , bentuk yang tersusun merupakan kalimat baku.Ketidaktepatan pemilihan kata , kalimat yang terbentuk tidak baku.

1. Penggunaan Kata Bahasa Jawa
Bentuk yang tidak mengandung kata bahasa jawa merupakan kalimat baku , sedangkan bentuk yang mengandung kata bahasa jawa merupakan kalimat tidak baku
Contoh kalimat Baku
a. Di muara sungai itulah terdapat sebuah keratin roh halus
b. Kiranya anjurannya akan diterima oleh Baginda
Contoh kalimat tidak baku
a. Di muara sungai itulah terdapat sebuah keratin lelembut
b. Kiranya anjurannya akan didahar oleh Baginda

2. Penggunaan Kata Yang termasuk ragam tidak baku
Bentuk yang tidak mengandung kata ragam tidak baku adalah kalimat baku , sedangkan bentuk yang mengandung kaya ragam tidak baku adalah kalimat baku.
Contoh kalimat Baku
a. Ia sedang membuat rak buku
b. Majikannya menaikkan gajinya
Contoh kalimat tidak baku
a. Ia sedang membikin rak buku]
b. Majikannya kasih naik gajinya

10
3. Kesalahan Pembentukan Kata
Bentuk yang bentukan katanya sudah benar adalah kalimat baku , sedangkan bentuk yang benyukannya tidak benar adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Buku itu diberikan kepada saya
Contoh kalimat tidak baku
Buku itu diberi ke saya

4. Ketidak tepatan Penggunaan kata di mana
Bentuk yang tidak mengandung kata di mana adalah kalimat baku , sedangkan bentuk yang mengandung kata di mana adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Kantor tempat ia bekerja tidak jauh dari rumahnya
Contoh kalimat tidak baku
Kantor di mana ia bekerja tidak jauh dari rumahnya

5. Ketidak tepatan Penggunaan imbuan meN – i
Bentuk yang mengandung imbuan meN – kan adalah kalimat baku , sedangkan bentuk yang mengandung imbuan meN – i adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Ia menjagokan kesebelasan Putra Mataram
Contoh kalimat tidak baku
Ia menjagoi kesebelasan Putra Mataram

6. Ketidaktepatan Penggunaan bentuk – nya
Bentuk yang tidak mengandung bentuk – nya adlaha kalimat baku , sedangkan bentukn yang mengandung bentuk – nya adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
atas bantuan saudara , kami ucapkan terima kasih

11
Contoh kalimat tidak baku
Atas bantuannya, kami ucapkan terima kasih

7. Ketidak tepatan Penggunaan Kata – kata tertentu
Bentuk yang penggunaan katanya sudah tepat adalah kalimat baku , sedangkan yang belum tepat adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Pak Amir hampir mendapat hadiah mobil
Contoh kalimat tidak baku
Pak Amir nyaris mendapat hadiah mobil


3.4 Penggunaan Konjungsi Ganda
Ketidakbakuan kalimat disebabkan oleh penggunaan konjungsi atau kata penghubung ganda artinya , sebuah kalimat menjadi rancu
1. Konjungsi karena dan maka
Bentuk yang mengandung konjungsi tunggal adalah kalimat baku , sedangkan bentuk yang mengandung konjungsi ganda adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Karena sakit ia tidak masuk kantor
Contoh kalimat tidak baku
Karena sakit . Maka ia tidak masuk kantor

2. Konjungsi meskipun dan tetapi
Contoh kalimat baku
Meskipun kita tidak berperang , kita harus waspada
Contoh kalimat tidak baku
Meskipun kita tidak berperang , tetapi kita harus waspada

12
3. Konjungsi walaupun dan namun
Contoh kalimat baku
Walaupun keringat membasahi seluruh badan , ia tetap bekerja
Contoh kalimat tidak baku
Walaupun keringat membasahi seluruh badan , namun ia tetap bekerja

4. Konjungsi setelah dan maka
Contoh kalimat baku
Setelah berhari – hari berjalan , sampai beliau di pinggiran hutan merbabu
Contoh kalimat tidak baku
Setelah berhari – hari berjalan ,maka sampailah beliau di pinggiran hutan
merbabu

5. konjungsi meskipun dan namun
Contoh kalimat baku
meskipun bentuknya lain-lain, hakikatnya karikatur dapat disebut humor.
Contoh kalimat tidak baku
meskipun bentuknya lain-lain, namun hakikatnya karikatur dapat disebut humor

3.5 Kerancuan Bentuk
Kerancuan berarti kekacauan, tidak teratur, kacau. Karena adanya kekacauan bentuk, maka kalimat menjadi tidak baku.
1. Rancu dalam hal bentuk kata
Bentuk yang tidak mengandung kata rancu merupakan kalimat baku, sedangkan bentuk yang mengandung kata rancu merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Hotel itu dipertinggi
Contoh kalimat tidak baku
Hotel itu dipertinggikan

13
2. Rancu dalam hal kelompok kata
Contoh kalimat baku
Mereka saling memandang
Mereka pandang-memandang
Contoh kalimat tidak baku
Mereka saling pandang-memandang
Kelompok kata atau frasa saling pandang-memandang terbentuk dari saling memandang dan pandang-memandang.
3.6 Kesalahan Ejaan
Ejaan turut menentukan kebakuan dan ketidakbakuan kalimat, karena ejaannya benar, sebuah kalimat dapat menjadi baku dan karena ejaanya salah, sebuah kalimat dapat menjadi tidak baku.
1. Penggunaan tanda koma yang salah
Bentuk yang tidak menggunakan tanda koma merupakan kalimat baku, sedangkan bentuk yang menggunakan tanda koma merupakan kalimat tidak baku karena penggunaanya salah.
Contoh kalimat baku
Saya tidak datang jika turun hujan.
Contoh kalimat tidak baku
Saya tidak datang, jika turun hujan.

2. Pelesapan Tanda Koma
Bentuk yang menggunakan tanda koma merupakan kalimat baku, sedangkan bentuk yang tidak mengandung tanda koma merupakan kalimat tidak baku
Contoh kalimat baku
Akan tetapi, ia tetap tidak datang.
Contoh kalimat tidak baku
Akan tetapi ia tetap tidak datang.

14
3. Kesalahaan Penulisan Sapaan
Bentuk yang penulisan sapaannya sudah benar merupakan kalimat baku, sedangkan penulisan sapaannya masih salah merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Siapakah nama Saudara?
Contoh kalimat tidak baku
Siapakah nama saudara?

3.7 Pelepasan salah satu fungsi kalimat
Yang dimaksud fungsi – fungsi kalimat ialah subyek dan predikat .Predikat dibagi menjadi predikat verbal , objek , dan keterangan .
1. Pelepasan subjek pada induk kalimat
1. Bentuk yang indul kalimatnya mengandung subjek merupakan kalimat baku , sedanhkan yang induk kalimatnya tidak bersubjek merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Jika tidak membayar pajak , anda akan didenda
Contoh kalimat tidak baku
Jika tidak membayar pajak , akan dikenakn denda
Karena subjek anak kalimat sama dengan subjek induk kalimat , subjek anak kalimat dapat dilesapkan.Jika subjek induk kaliat yang dilesapkan , kalimatnya menjadi tidak baku.

2. Pelesapan subjek anak kalimat
Jika subjek anak kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat tidak sama dengan subjek induk kalimat , subjek anak kalimat dan subjek induk kalimat harus disebutkan atua harus dinyatakan secara nyata.Kalimatnya menjadibaku jika salah satu subjuk itu di lepaskan .
Contoh kalimat baku
Setelah disiapakan segalanya , acara pelatihan itu segaera di mulai.

15
Contoh kalimat tidak baku
Setelah menyiapkan segalanya , acara pelatihan itu segera di mulai.

3. Pelesapan Predikat
Bentuk yang mengandung predikat merupakan kalimt baku , sedangkan yang tidak mengandung predikat adalah kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Ia sedang pergi ke luar negeri.
Contoh kalimat tidak baku
Ia sedang ke luar negeri.


3.8 Kesalahan Struktur kalimat
Bentuk yang strukturnya benar adalah kalimat baku , sedangkan yang salah merupakan kalimat tidak baku.
Contoh kalimat baku
Surat anda sudah saya baca
Contoh kalimat tidak baku
Surat anda saya sudah baca


16


BAB IV
PENUTUP

Hakikatnya kalimat baku adalah kalimat yang benar . Kebenaran itu diukur dengan berbagai kaidah , yaitu (1)kaidah tata bahasa , (2)kaidah ejaan , (3)kaidah tata bunyi (fonologi) , (4) kaidah komposisional , dan (5) kaidah kemaknaan
1. Ejaannya benar
Contoh kalimat baku
Siapakah nama Saudara ?
Contoh kalimat tidak baku
Siapakah nama saudara ?

2. Fungi – fungsinya (subjek , predikat , dan objek ) dinyatakan secara nyata (ekspisit)
Contoh kalimat baku
Ahli hukum adapt menyatakan bahwa setiap warga negara telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya
Contoh kalimat tidak baku
Menurut ahli hukum adapt mengatakan bahwa setiap wargaa telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya

3. Struktuir dan urutan kata katanya benar
Contoh kalimat baku
Surat Anda sudah saya bacxa
Contoh kalimat tidak baku
Surat Anda sudah saya sudah baca


17
4. Struktur kalimat bebas dari kerancuan kelompok kata
Contoh kalimat baku
Sudah berkali – kali dia saya ingatkan atau sudah berulang – ulang dia saya ingatkan
Contoh kalimat tidak baku
Sudah berulang kali dia saya ingatkan

5. Kalimatnya bebas gejala kontaminasi struktur
Contoh kalimat baku
Dalam pertemuan itu hadir Bapak Gubernur atau Pertemuan itu dihadiri Bapak Gubernur
Contoh kalimat tidak baku
Dalam pertemuan itu dihadir Bapak Gubernur

6. Kalimatnya bebas gejala pleonasme
Contoh kalimat baku
Para tamu dimohon berdiri
Contoh kalimat tidak baku
Para tamu – tamu dimohon berdiri

7. Klimatnya bebas kerancuan struktur karena konjungsi ganda
Contoh kalimat baku
Walapun keringat membasahi seluruh badannya , ia tetap bekerja
Contoh kalimat tidak baku
Walaupun keringat membasahi seluruh badannya , namun ia tetap bekerja

8. Kalimat bebas dari penggunaan bentuk – nya yang tidak tepat
Contoh kalimat baku
Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Saudara
Contoh kalimat tidak baku
Demikian harap maklum dan terima kasih atas bantuannya

18
9. Kalimatnya bebas dari penggunaan kata dimana yang tidak tepat
Contoh kalimat baku
Kota Jakarta yang penduduknya bertambah terus merupakan kota terpadat
Contoh kalimat tidak baku
Kota Jakarta dimana penduduknya bertambah menjadi kota yang terpadat

10. Kalimatnya bebas dari penggunan kata – kata tidak baku
Contoh kalimat baku
Mengapa kamu datang ?
Contoh kalimat tidak baku
Ngapain kamu datang ?

11. Kalimatnya bebas dari penggunaan kata – kata bahasa Jawa
Contoh kalimat baku
Kiranya , anjurannya akan di terima oleh Baginda
Contoh kalimat tidak baku
Kiranya anjuranya akan di dahar oleh Baginda

12. Kalimatnya beba dari penggunaan kata yang tidak tepat
Contoh kalimat baku
Ia menjagokan kesebelasan Putra Mataram
Contoh kalimat tidak baku
Ia menjagoi kesebelasan Putra Mataram

13. Awalan kata kerja di tanyakan secara nyata
Contoh kalimat baku
Mereka beromong- omong
Contoh kalimat tidak baku
Mereka ngomong – ngomong



19
14. Akhiran kata kerjanya dinyatakan dengan nyata
Contoh kalimat baku
Laporkan kejadian itu !
Contoh kalimat tidak baku
Lapor kejadian itu !


20
LAMPIRAN KALIMAT BAKU DAN TIDAK BAKU

Baku
Akan tetapi, ia tetap tidak datang.
Tidak baku
Akan tetapi ia tetap tidak datang.

Baku
Badu mengatakan bahwa ia sakit.
Tidak baku
Badu mengatakan, bahwa ia sakit.

Baku
Dia dilarang merokok.
Tidak baku
Dia dilarang tidak boleh merokok.

Baku
Gadis itu berekreasi di pantai.
Tidak baku
Gadis itu sedang rekreasi di pantai.

Baku
Hal itu kami dengar dari komentar peserta.
Tidak baku
Hal itu kami dengar komentar dari peserta.

Baku
Ia sudah diberi tahu.
Tidak baku
Ia sudah dikasih tahu.


21
Baku
Jika turun hujan, saya tidak datang.
Tidak baku
Jika turun hujan saya tidak datang.

Baku
Kami dapat menerimanya.
Tidak baku
Kami dapat terima.

Baku
Mengapa kamu datang?
Tidak baku
Ngapain kamu datang?

Baku
Mobil itu tertabrak truk.
Tidak baku
Mobil itu ketabrak truk.

Baku
Karena sakit, ia tidak masuk kantor.
Tidak baku
Karena sakit, maka ia tidak masuk kantor.

Baku
Yang paling saya sukai adalah berenang.
Tidak baku
Yang paling saya suka adalah berenang.



22

2 komentar: